Contoh Makalah Perspektif Sosial Budaya yang Baik dan Benar

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dinamika perkembangan kehidupan manusia yang terus berubah menjadikan suatu manipestasi berbentuknya kebudayaan yang baru serta pola interaksi masyarakat/sistem sosial yang baru. Berubahnya zaman dan semakin berkembangnya kehidupan serta pola pikir manusia mengakibatkan adanya perubahan.

Perubahan masyarakat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, serta susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan masyarakat merupakan gejala normal, dan pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat kebagian-bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru khususnya dalam bidang teknologi banyak mengakibatkan perubahan yang signifikan.

1.2 Tujuan

a. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perspektif Sosial Budaya.
b. Untuk mengetahui budaya asli daerah .
c. Untuk mengetahui dinamika perkembangan budaya daerah.
d. Untuk mengetahui perubahan pada budaya daerah.

BAB II
HASIL OBSERVASI

2.1 Budaya Nyembah di Sukaratu

Masyarakat merupakan kelompok manusia dengan keanekaragaman kegiatannya. Dari berbagai peninjauan, kita dapat membedakan masyarakat paguyuban dan patembayan. Kebudayaan yang diartikan sebagai hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang dilakukan dengan sadar dalam kehidupan masyarakat, yang didalamnya mengandung unsur etika, estetika dan logika.

Nyembah merupakan budaya asli masyarakat/suku sunda yang biasa dilaksanakan ketika adanya pesta perkawinan/pernikahan. Nyembah merupakan adat sunda dimana pihak pengantin wanita memberikan atau mengirim bingkisan berupa makanan dan lauk-pauk kepada pihak keluarga pengantin laki-laki.
Biasanya nyembah dilaksanakan sebelum/sesudah upacara pernikahan setelah bingkisan tersebut diberikan maka ada imbalan atau balikan dari keluarga yang diberi penyembah tersebut, biasanya penyembah tersebut diganti oleh uang, pakaian, alat rumah tangga dan lain-lain.

Imbalan tersebut diambil oleh kedua pengantin sambil berkunjung silaturahmi ke rumah orang-orang yang diberi penyembah yaitu pihak keluarga dari pengantin lak-laki. Pada saat ini budaya nyembah jarang lagi dilaksanakan, walaupun merupakan bagian sakral dari upacara perkawinan atau pernikahan.

Menurut masyarakat Sukaratu budaya nyembah dirasa tidak perlu dilaksanakan lagi karena sudah jarang. Hal ini disebabkan banyak faktor diantaranya faktor biaya, repot dan faktor lokasi atau daerah pengantin laki-laki. Lambat laun budaya nyembahpun akan hilang apabila masyarakat setempat tidak lagi menjadikan budaya nyembah sebagai suatu kebiasaan. Padahal budaya nyembah yang merupakan budaya asli sunda yang harus dipertahankan.

Budaya nyembah tersebut memiliki makna tersendiri yaitu menjalin tali silaturahmi, dengan memperkenalkan istri kepada saudara-saudara suami, juga merupakan simbol bahwa suami yang harus mencari nafkah untuk kelangsungan hidup rumah tangga.

BAB III
SIMPULAN

Dalam kehidupan sehari-hari tidak mudah untuk menentukan letak garis pemisah antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan karena tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tidak mungkin ada kebudayaan yang tidak terjelma dalam suatu masyarakat. Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya, karena setiap masyarakat mengalami perubahan yang terjadi secara lambat atau cepat.

Perubahan kebudayaan merupakan bagian alami dari proses kehidupan manusia karena semakin berkembangnya pola pikir serta pola kehidupan manusia maka berubah pula pada kebudayaan di daerah tersebut. Perubahan ini terjadi karena budaya tersebut sudah tidak sesuai dengan keadaan saat ini apalagi manusia pada saat ini sangat mengagungkan kebudayaan yang canggih dan dirasa rasional seperti berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa melestarikan/memelihara budaya asli.

resensi novel sunda leumpeuh yuni